
Kuliner Dunia – Banda Aceh sebagai ibukota Kesultanan Aceh Darussalam berdiri pada abad ke-14. Banda Aceh juga dikenal sebagai Serambi Mekah. Sebagai ibukota Provinsi Aceh, Banda Aceh memang tidak pernah sepi. Apalagi Banda Aceh menjadi pusat ekonomi, politik, sosial, dan budaya Povinsi Aceh. Wisata Banda Aceh juga lengkap, ada wisata alam, sejarah, hingga wisata kota. Tak heran Banda Aceh makin diminati sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Sumatera Utara. Banda Aceh selain memiliki banyak tempat wisata, tetapi juga memiliki banyak wisata kuliner yang menggugah selera. Agar perjalanan selama di Banda Aceh makin sempurna, inilah 7 kuliner khas Banda Aceh yang wajib dicoba.
1. Ayam Tangkap
Kuliner yang satu ini cukup populer di Aceh dan seperti namanya, Ayam Tangkap adalah kuliner yang berbahan dasar ayam. Ayam ini lalu dibumbui dengan bermacam rempah seperti daun temurui, bawang merah, bawang putih, dan cabai hijau. Daun temuruinya biasanya disajikan dalam jumlah banyak sehingga terlihat seperti ayam yang tertangkap. Ini alasan mengapa ayam ini diberi nama Ayam Tangkap. Ayam Tangkap biasanya disajikan dengan bumbu kecap dan nasi yang masih hangat dengan ukuran satu ayam utuh. Ayam Tangkap ini bias dinikmati oleh 4-5 orang.
Ayam Tangkap bisanya disajikan dengan bumbu kecap dan nasi yang masih hangat dengan ukuran satu ayam utuh. Harga per paketnya bisanya dibanderol seharga Rp 60 ribu per ekor. Bisa dinikmati oleh 4-5 orang.
2. Mie Aceh
Nama kuliner Banda Aceh satu ini memang sudah tidak asing lagi di telinga karena di berbagai daerah banyak yang menjualnya. Tetapi mie aceh ini lain daripada yang lain. Mie Aceh dari kota asalnya disajikan dengan irisan daging dan seafood yang digoreng bersama dengan mie yang ukurannya cukup besar dan tebal dan bumbu yang beragam. Wisatawan dapat merasakan kuliner ini di RM Mie Razali di Peunayong. Meskipin pernah mencicipi mie aceh di daerah lain tetapi mie aceh disini rasanya tidak terlupakan.
3. Kuah Beulangong
Kuah Beulangong bisa diartikan sebagai Kari khas Aceh. Kuliner satu ini merupakan kuliner khas Aceh Besar. Beulangong sendiri merupakan sebuatan warga Aceh untuk menyebut sebuah belangga besar yang digunakan untuk memasak kari ini. Aroma kuliner ini sangat sedap dan lezat karena menggunakan bumbu dan rempah-rempah yang beragam. Yang membedakan kari khas Aceh ini dengan yang lain adalah kuahnya tidak menggunakan santan melainkan menggunakan kelapa yang diparut dan dioseng bersama bumbunya. Biasanya beulagong disajikan dengan potongan daging ayam, sapi atau kambing dan es timun yang segar dan juga dijual dirumah makan yang bisa membantu menetralisir kadar kolestrol.
4. Kuwah Pliek U
Kuliner ini berbahan Utama pilek U/Patarana yaitu ampas minyak kelapa yang telah mengalami pengeringan dan pembusukan. Pilek U kemudian dimasak dengan gulai yang terdiri dari beragam sayur seperti daun ubi, buah papaya, nangka, kacang panjang, daun dan buah melinjo dan berbagai sayuran lainnya. Kuwah Pliek U merupakan kuliner yang memiliki visual mirip dengan gulai. Bedanya, gulai khas Aceh ini dilengkapi dengan daun dan buah melinjo, kacang panjang, kacang tanah, daun singkong, daun pepaya, dan daun kecombrang. Kadang bahkan diberi chu atau sejenis siput sungai. Kuliner ini dulunya adalah kuliner kerajaan di Aceh tetapi kini sudah menyebar menjadu kuliner yang bisa dinikmati oleh siapapun. Biasanya kuliner ini disajikan saat ada acara besar seperti hajatan.
5. Ikan Kayu
Ikan kayu atau dengan nama lain Keumamah adalah ikan yang diolah dari ikan tongkol. Tongkol segar direbus hingga matang. Kemudian dibelah empat lalu dibuang tulang serta kepalanya, selanjutnya dijemur dibawah matahari hingga beberapa hari. Ikan Kayu merupakan kuliner yang sudah cukup lama menjadi makanan yang dinikmati oleh masyarakat Aceh. Kuliner ini disebut ‘eungkot keumamah’ dalam bahasa Aceh. Biasanya disajikan bersama gulai khas Aceh. Ikan ini harganya terjangkau dan bisa menjadi buah tangan untuk keluargarga di rumah karena harganya terjangkau dan tahan lama hingga ganjil satu tahun. Kuliner ini bisa ditemukan di berbagai toko oleh-oleh di Aceh.
6. Kue Bhoi
Satu lagi kuliner yang bisa menjadi pilihan oleh-oleh untuk sahabat atau keluarga di rumah usai traveling ke Aceh adalah Kue Bhoi. Kuliner ini khas dari Aceh tanpa bahan pengawet tapi bisa bertahan berbulan-bulan. Kue ini merupakan kuliner tradisional Aceh yang memiliki berbagai bentuk lucu seperti bunga, binatang, ikan dan bentuk lainnya. Selain kue Bhoi, sebenarnya kita bisa membeli oleh-oleh atau kuliner Banda Aceh lainnya seperti pisang sale, manisan pala ataupun meuseukat dan harganya juga sangat terjangkau.
7. Sate Matang
Sate Matang adalah kuliner Banda Aceh yang banyak diburu oleh wisatawan. Sate matang disajikan dengan kuah kaldu yang gurih. Minuman yang cocok menjadi teman makan sate matang ini adalah kopi susu khas Aceh sambil nongkrong. Sate matang adalah salah satu makanan tradisional jenis sate yang berasal dari daerah Aceh. Sate matang ini terbuat daru bahan dasar daging kambing atau daging sapi. Biasanya jenis daging tersebut disesuaikan dengan keinginan pembeli. Proses pengolahan sate matang hampir sama dengan pengolahan sate pada umumnya. Namun sebelum dibakar, daging yang sudah ditusuk kemudian direndam terlebih dahulu ke dalam bumbu sehingga bumbunya biosa lebih meresap.








